TIMES HALMAHERA, TERNATE – Gunung Ibu yang terletak di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya tepat di awal tahun, Kamis (1/1/2026). Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ibu melaporkan terjadinya erupsi pada siang hari dengan melontarkan kolom abu setinggi kurang lebih 800 meter dari atas puncak kawah.
Petugas PGA Ibu, Darsono H. Muhammad Nur, mengonfirmasi bahwa letusan terjadi sekitar pukul 14.28 WIT. Berdasarkan pengamatan visual, kolom abu yang keluar berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak condong ke arah barat daya. Secara teknis, erupsi tersebut terekam melalui seismogram dengan durasi sekitar 64 detik dan amplitudo maksimum mencapai 28 mm.
Hingga saat ini, status Gunung Api dengan ketinggian 1.325 meter di atas permukaan laut tersebut masih tertahan pada Level II atau Waspada. Sehubungan dengan aktivitas tersebut, otoritas terkait mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat setempat maupun wisatawan menjauhi zona bahaya dalam radius dua kilometer dari kawah aktif, serta perluasan sektoral sejauh 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di sisi utara.
“Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah sangat disarankan memakai masker dan kacamata pelindung guna menghindari dampak paparan abu vulkanik,” imbau Darsono dalam keterangan tertulisnya. Selain itu, warga diminta untuk tetap tenang, menjaga kondusivitas, serta tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu tidak berdasar atau hoaks yang beredar di luar arahan resmi pemerintah.
Pihak PGA juga mendorong Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat untuk terus menjalin koordinasi intensif dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Informasi terkini mengenai aktivitas Gunung Ibu dapat diakses langsung melalui Pos Pengamatan di Desa Gam Ici, Kecamatan Ibu, guna memastikan langkah mitigasi yang cepat dan tepat bagi masyarakat terdampak. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Gunung Ibu Erupsi 800 Meter, Warga Halbar Diminta Jauhi Radius 3,5 Km
| Pewarta | : Antara |
| Editor | : Deasy Mayasari |